September 2003 Archives

Dua tahun

| | Comments (37)

Dalam rangka membuktikan dan mencoba fasilitas yang asalnya buat Blogger Pro (yang bayar) dan sekarang di gratisin, dimana pengguna Blogger gratisan seperti gue bisa juga mencoba.

Maka dengan seneng hati gue kembali ke beberapa hari yang lalu dengan menggunakan fasilitas *Change Time & Date* yang bisa kamu pake di Blogger buat mengganti tanggal dan jam posting kamu.

Contohnya posting ini sebenernnya baru ditulis dan dipost hari senen jam 10.53 tanggal 29 Sept, tapi dengan kemajuan teknologi maka dengan sekejap ZAAPPP gue kembali ke 3 hari yang lalu yaitu tanggap 26 Sept, sehingga posting kali ini seperti di post pada tanggal 26 September.

Tapi kenapa NDA, KENAPA KAMU MELAKUKAN ITU?? *dengan intonasi tragik*

Karena hehe.. tanggal 26 September adalah tanggal pertama kali gue posting di alamblog ini, dua tahun yang lalu tahun 2001.

Yep ga kerasa udah dua tahun lagi. Udah banyak banget temen-temen baru yang gue kenal dari si Go Blog ini, temen-temen yang ketemu langsung aja padahal belum pernah.

Ada juga temen-temen yang ketemu lagi di blog ini, setelah dipisahin sama jarak dan waktu.

All are great friends nonetheless. :)

Jadi makasih semuanya dan mari kita makin ramaikan dunia Maya dan dunia Arad ini supaya mereka tetap sukses dalam melakukan petualangan Arad dan Maya mereka!


Posting pertama tanggal 26 Sept 2001 di tengah kebosenan yang menjadi-jadi.

Tampang blog ini pertama kali muncul, pake salah satu templatenya blogger.

Tentang bahagia dan bahagia banget

| | Comments (36)

Kapan terakhir kali kamu bener-bener merasa happy, merasa bahagia? Dan buat berapa lama? Apa kebahagiaan itu sesuai dengan apa yang kamu bayangkan?

Dari artikel New York Times tanggal 7 September dengan judul "The Futile Pursuit of Happiness", hasil penelitian Daniel Gilbert, seorang profesor di Departemen Psikologi di Harvard University, menemukan bahwa manusia hampir selalu salah memprediksikan intensitas dan durasi dari kebahagiaan atau kesedihan yang kita rasakan.

Riset yang dia namakan Affective Forecasting menunjukkan bahwa walaupun kita pada umumnya bisa membedakan pilihan mana yang membuat kita bahagia dan pilihan mana yang membuat kita tidak bahagia, tapi kita selalu salah dalam memprediksikan tingkat intensitas dan durasi kebahagiaan kita tersebut.

Misalnya, aduuuuhhh saya akan seenneeng banget selama-lamanya kalo dia mau menikah dengan saya... :)

Atau, kalo sampai 100 orang ngelink ke blog saya maka pasti saya akan seneng bangeeeettt deh bow!

Atau, hidup saya akan lengkap bila saya akhirnya mampu beli mobil BMW seri terbaru....

Atau keinginan-keinginan kita yang kecil.

Asik banget kayaknya kalo ujan-ujan makan bakso tahu....

Atau, saya pasti seneng banget kalo kemeja super duper keren abis yang saya kecengin dari 3 bulan yang lalu itu akhirnya bisa saya beli....

Atau dalam kasus gue, gue pengen jadi orang sunda (huhahahahah) :D

Bukannya kita ga akan seneng atau bahagia setelah dapet apa yang kita pengen, tapi ternyata kita selalu salah dalam memprediksikan tingkat kesenengan kita dan berapa lama kita seneng itu.

Gue kira gue bakal seneng 10 (rentang 0-10) kalo gue keterima UMPTN selama dua tahun, tapi ternyata setelah dapet gue cuma seneng 5, dan itu pun cuma 3 bulan, misalnya.

Hal ini membuat kita jadi bertanya-tanya tentang kemampuan kita untuk melakukan suatu pilihan, terutama jika pilihan tersebut adalah pilihan yang besar, mempengaruhi hidup kita dan hidup orang di sekeliling kita.


Hal-hal Negatif
Hal lain yang juga ditemukan oleh penelitian ini adalah bahwa, kesalahan memprediksi perasaan di masa depan ini juga terjadi untuk hal-hal negatif.

Misalnya, kalau saya sampai dipecat maka saya bakal sedih banget selama-lamanya...

Atau, hidup saya akan hancur bila saya harus berpisah dengannnya..

Atau, kalo archive blog saya ilang, maka saya mau bunuh diri! :D

Nah ini berarti jangan terlalu khawatir, kamu tidak akan sesedih itu untuk selama itu.

Kita melakukan kesalahan yang sama saat kita memprediksikan intesitas dan durasi kesedihan yang akan kita rasakan.

Yang kayaknya kita tidak akan sanggup lagi hidup bila tidak bersamanya, ternyata bisa kita lupakan dalam waktu 2 tahun misalnya (heheh lama yah).

Kalo tubuh kita memiliki daya tahan tubuh, ternyata bagian emosional diri kita memliki sistem daya tahan tubuh yang sama yang akan teraktivasi saat ada serangan terhadapnya.


Kemampuan beradaptasi
Ini semua menurut penelitian tersebut terjadi karena kemampuan otak kita untuk... ber-ADAPTASI.

Seperti juga otak kita beradaptasi dan berusaha menormalkan diri kita terhadap kesedihan, seperti ditinggal oleh teman terdeket, otak kita juga akan menormalkan kita terhadap kesenangan.

BMW itu jadi biasa aja ya ternyata ga terlalu asik, atau blogging juga biasa aja, atau pacar baru gue juga kok ga seasik dulu ya dll, misalnya.

Segala sesuatu akan menjadi biasa...


Pilihan hidup
Ok, sekarang kita tahu bahwa kita punya kecenderungan melakukan prediksi yang salah terhadap perasaan kita di masa depan, lalu kenapa?

Nah yang jadi MASALAH dalam hal ini adalah karena proses prediksi ini mempengaruhi kita dalam mengambil pilihan dalam hidup kita.

Ini karena, pilihan kita terhadap sesuatu seringkali didorong oleh prediksi kita dalam memperkirakan perasaan kita nantinya, maka konsekwensinya adalah bahwa pilihan kita seringkali juga akan salah.

Gue pilih si Peyot deh karena dia ganteng dan gagah dan kalo gue jadian ama dia pasti gue bakal bahagia banget ga ada dua selama 100 tahun, daripada kalo gue jadian sama si Toyep, misalnya.

Nah jalan berpikir seperti ini mengarah ke pilihan yang keliru karena setelah jadian sama si Peyot ternyata kok ga sebahagia yang gue kira ya, dan ternyata bahagianya itu ga selama yang gue bayangin dst. dst.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Mungkinkah seharusnya kita tidak mendasarkan keputusan kita terhadap prediksi apa yang akan kita rasa, tapi lebih pada apa yang kita tahu? Bisa jadi.

Hmm mungkin sudah saatnya kita percaya sama mereka yang punya pengalaman lebih banyak dari diri kita. Mendengarkan mereka yang lebih berilmu dan lebih bijaksana. Karena dengan belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan akan menyempitkan kemungkinan diri kita untuk melakukan pilihan yang salah pula.

As much as we so sure about our self, mungkin sering-sering mendengarkan masukan dari orang-orang yang kita percayai lebih dari kita rasanya bakal membantu kita dalam melakukan pilihan.


Afterthought
Hmm lucu juga ya ternyata, karena kalo dipikir-pikir hasil akhir dari penelitian ini bilang bahwa, kalo tujuan hidup kita adalah untuk mencari kebahagiaan dan kesenangan (dan senang ini adalah bunyi hitut dina seng hehe), maka kita ga akan pernah sampai ke ujung. Karena ga ada hal yang bener-bener bakal bikin kita bahagia banget. Dan ga ada hal yang akan bener-bener kita bahagia untuk selama-lamanya.

Hmm mungkinkah tujuan hidup yang bener adalah mencari hidup yang biasa?

Face of FEAR

| | Comments (25)

Percakapan imajiner:

Buster Brown: Eh, situ pulang kemana?

Rosie: Emaaaaaaaakkkkkkkk!

Heheheh..

Foto dari Yahoo! News - World Photos - AP

Sejak Kecil

| | Comments (77)

Sejak kecil aku lahir dengan nama orang sumatra, dari sebuah marga yg cukup terkenal lagi. Ayahku memakai nama itu, juga kakak dan adik2xnya. Begitu juga sepupu-sepupuku.

Walu begitu aku selalu ingin jadi orang Sunda. Mungkin karena aku lahir di tanah Pasundan, besar dan tumbuh disana. Teman-temanku semua orang sunda (ya mungkin ga semua kali ya) dan juga berbahasa sunda.

Saat aku SD aku bermimpi didatangin Kang Ibing dan Aom Kusman. Sejak itu aku berketetapan untuk benar2x menjadi orang Sunda, entah kapan.

Ayahku pasti kecewa bila mengetahui hal ini, karena sebagai anak paling besar aku seharusnya menjadi penerus nama tersebut dan juga contoh bagi adik-adikku. Tapi mudah-mudahan Ibuku akan mengerti.

Baru kali inilah aku berani menyampaikan keinginanku yang mendalam ini dan walaupun begitu tetap saja aku belum bisa memberanikan diri untuk benar2x menyatakan diri pindah menjadi orang Sunda.

Mungkin suatu saat nanti.

:D

*NOTES 18 Okt 2005*, dua tahun lewat setelah tulisan diatas ditulis:

Berhubung, posting ini masih saja menerima komen, maka saya memutuskan untuk dikasih keterangan ini.

Posting diatas merupakan posting parodi dari posting seorang blogger lain dalam kasus yang lain. Saya sendiri, walau memang setengah berdarah Sunda, sangat mencintai kenyataan bahwa saya menyandang sebuah marga dan mencintai marga itu pula.

Tidak ada niat untuk merubahnya. Sekali lagi, posting diatas hanya parodi yang harus diliat pada konteks dimana posting tersebut dipublish.

Jangan salah sangka lagi yaaa. :D

Scramble and Scrabblog

| | Comments (6)

Kaalu saampi wuatkku
'Ku mau tak snoaerg kan meryau
Tdiak jgua kau

Tak pleru sdeu sdean itu

Aku ini bnaantig janlag
Drai knynuamplua tubreang

Bair plreuu mmebeuns kiulktu
Aku tteap mranaedg menejnarg

Lkua dan bsia kaubwa brlraei
Barrlei
Hnigga hianlg pdeih prei

Dan aku aakn liebh tiadk prledui

Aku mau hduip sbieru thaun lgai

Maert 1943
Ciarhil Awanr"

Fees like to scramble anything? Go here: Word Scrambler Thing

Hehe..

Btw masih tentang blogging, buat yang suka maen SCRABBLE, sekarang ada SCRABBLOG! :D

So so Monday..

Blog Adaptation.

| | Comments (35)

Gelas kopinya yang kosong menyadarkan dia bahwa dia sudah duduk cukup lama. Sejenak dia berhenti membaca kembali apa yang dia tulis di layar monitor. Wajahnya berubah-rubah, menampilkan bingung dan bosan berganti-ganti.

Apa menulis blog selalu sedemikian sulit? Biasanya tidak begitu. Kepalanya mengangguk-angguk dan dia kembali menulis. Seorang teman muncul di taskbar, bagiah bawah layar. Hmmm, kebiasaan mengetuk atau menyapa teman sekarang sudah benar-benar berubah, saat ini lewat Yahoo Messanger, dua orang teman bisa berada sekaligus ratusan kilometer jauhnya dan juga seperti berada di meja yang berdampingan.

Kopi yang dia minum masih terasa enak dilidahnya, walau sudah dibuat dari tadi pagi. Kini tulisannya mulai lancar mengalir. Menulisi blog dan menjadi seorang blogger memang tidak butuh banyak keahlian, jika dia memiliki sesuatu untuk disampaikan maka sampaikanlah, sederhana. Dia tersenyum karena sudah menyadari apa yang ingin ditulisnya tadi.

"Lalu apa lagi?" pikirnya. Kembali dia berpikir, bermain-main dengan cincin di kelingking kanannya, melihat jam, dan dia kembali menulis.

Enda nama Blogger ini, Mas Enda atau Bang Enda, teman-teman blogger lainnya yang lebih muda biasa memanggilnya. Atau Enda saja untuk teman-teman yang lain. Dan saat ini dia sedang berusaha menulis di Blog yang dia miliki. Mejanya yang tidak rapih terlihat kosong hari ini. Enda memajukan kembali kursinya dan kembali memaksa dirinya menulis kembali.

"Ah, apa sih sebenernya yang mau gue tulis?" tanya Enda dalam hati, frustasi, dan dia berpikir bahwa hal yang paling sulit untuk ditulis adalah ketika kamu tidak memiliki hal untuk ditulis.

"Ok, Nda" pikirnya, "Stop men-distract diri kamu sendiri dan stop melihat-lihat website orang lain untuk sementara dan teruskan tulisan kamu" dia mendorong dirinya sendiri.

Ayo mulai menulis lagi, dan dia pun mulai lagi menulis. Di layar komputernya, huruf demi huruf muncul dalam warna biru, membentuk kata, kata membentuk kalimat dan seterusnya.

"Apa ya yang tadi pengen gue tulis?" Enda berusaha memfokuskan kembali jalan pikirannya.

"O ya, gue tau, kenapa gue tidak menulis tentang proses seorang Blogger yang sedang berusaha menulisi Blognya?" Dia menghembuskan nafas dan mengerenyitkan dahinya, seakan berpikir apakah itu ide yang cukup bagus atau tidak.

"Hmm, ya kenapa tidak?" Keputusan cepat diambil olehnya dan dia kembali mulai menulis. Kini dengan wajah yang lebih cerah.

Sambil berpikir Enda mulai mencoba-coba melihat arah jalan pikirannya. Kira-kira apa yang bisa dia tulis? Dia butuh seorang Blogger yang bisa dia jadikan contoh, tapi seseorang yang dia kenal cukup baik sehingga dia bisa mengetahui proses Blogger tersebut ketika menulis Blog.

"Kenapa ga menulis tentang gue sendiri?" Sebuah ide muncul di kepala Enda. Seperti ada sebuah lampu bohlam menyala di kepalanya. "Ide bagus!" Enda mengulangnya lagi. "Ok gue akan nulis tentang proses ketika gue menulis." dia memutuskan.

Dan dia pun mulai menuliskan apa yang ada di kepalanya.

"Enda, Blogger ini biasa dipanggil" tulisnya. Kata-kata mulai muncul di layar komputernya. "Dia mulai dengan duduk di depan komputer dan mejanya, seperti yang dia lalukan sepanjang hari."

Dia membaca kalimat diatas sejenak dan kembali meneruskan tulisannya.

"Gelas kopinya yang kosong menyadarkan dia bahwa dia sudah duduk cukup lama. Sejenak dia berhenti membaca kembali apa yang dia tulis di layar monitor. Wajahnya berubah-rubah, menampilkan bingung dan bosan berganti-ganti."

"Apa menulis blog selalu sedemikian sulit? Biasanya tidak begitu." Enda menuliskan pengalamannya sendiri ketika dia menulisi blognya. Dia kembali menulis.

"Kepalanya mengangguk-angguk dan dia kembali menulis. Seorang teman muncul di taskbar, bagiah bawah layar. Hmmm, kebiasaan mengetuk atau menyapa teman sekarang sudah benar-benar berubah, lewat Yahoo Messanger sekarang dua orang teman bisa berada sekaligus ratusan kilometer jauhnya, tapi juga seperti berada di meja yang berdampingan."

Dia kembali memainkan cincin di tangan kanannya. "Lumayan" pikir Enda, setidaknya tulisannya tentang seorang Blogger bernama Enda ini sudah dimulainya.

Setidaknya, dia kembali merasa, sudah ada yang dia tulis hari ini. Dia berdiri, meregangkan tubuhnya dan pergi ke WC dengan wajah penuh kepuasan. Setelah kembali nanti, dia akan meneruskan menulis kembali.


Terinspirasi dan teradaptasi dari mind-boggling film yg keren abis Adaptation. (2002). Garapan pasangan Spike Jonze dan Charlie/Donald Kaufman.

Komen udah jalan!.... :)

Gigi

| | Comments (5)

Sabtu kemaren, GIGI gue dicabut dua buah.

Geraham paling belakang sebelah kanan, atas bawah. TAAAATTIIIIITTTTTTTTTT!!!


Komen blom jalan juga...

Wuahaha

| | Comments (0)

Wuahaha, ga tahan kan pengen ngasih komen? Tapi sori aja kita lagi sombong.

Emangnya situ doang yang bisa sombong, kita juga bisa. Sombong, Songong, Somse.


Komen YACCS harus pindah ke server baru dan bakal jalan lagi diestimasi pada hari Selasa, tanggal 9 September jam 02.00 pagi.


In the mean time, why don't we all just try to shoot these telletubies. It probably will make you feel better. I know it does for me.

Apa jadinya

| | Comments (0)

Apa jadinya sebuah blog tanpa commenting system. Jadinya seperti:

- Sayur tanpa garam

- Cinta tanpa cemburu

- Puasa tanpa sahur

- Boker tanpa bacaan

- Ring basket tanpa jaring

- Celana tanpa resleting

- Televisi tanpa remote

- Gosok gigi tanpa odol

Comment dari YACCS-nya lagi down. Katanya hari ini atau besok bakal jalan.

UPDATE 03/09/03:
Musim DOWN nih. Sampe sekareang comment system-nya si YACCS masih dhon. Dari jumat minggu lalu, email gue yang dhon. Untung hari ini udah jalan. Kemaren si Tripod yang dhon. Jadi kmrn rada2x lengkap penderitaan gue hehe.. Eh hari ini tadi si Blogger.com sempet dhon juga. Untung abis makan siang ini udah jalan lagi. Kesimpulan? Emang lagi musim dhon kali ya, dalam rangka mendekati peringatan 9-11 kayaknya.

UPDATE II 03/09/03:
How rich are you? Pengen tau kamu orang kaya ke berapa di dunia? Cobain ke sinih HOW RICH ARE YOU?. Itung salary kamu kalo diitung dalam satu tahun jadinya berapa dollar.

Masukin kesitu. Nah coba deh liat hasilnya gimana hehe.. Kayaknya kita harus bersyukur, masih banyak banget orang yang lebih miskin daripada kita.

Oh, and in case you’re interested I am the 768,226,222 richest person in the world. :D

Enda Nasution's Facebook profile
TEDIndiaFellows 2009

Twitter Visitors


About this Archive

This page is an archive of entries from September 2003 listed from newest to oldest.

August 2003 is the previous archive.

October 2003 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Barack Obama Logo

Join My Community at MyBloglog!

View blog authority

Powered by Movable Type 4.01




Pesta Blogger 2010

I'm attending Pesta Blogger 2010


Global Voices 2010



KoinKeadilan.com Prita



Pesta Blogger 2009



Blog Action Day 2009



Justice for Prita!



100 Days Obama



Support Wikipedia

Wikipedia Affiliate Button