May 2002 Archives
ternyata
ternyata fasilitas ber-komen ria gue harus di-upgrade, gue baru tahu, selama ini ga merhatiin. untung belum terlambat.
yo wes, ini udah gue update html code-nya, dan sekarang nyobain, katanya harus ngebuat blog baru supaya bisa liat bedanya.
jadi ya ini gue buat entry blog baru.
Brengsek
Brengsek, brengsek, brengsek.
Setelah sukses ngeberhentiin Napster, dan nuntut Kazaa, Morpheus, Grokster, and Madster, sekarang RIAA (Recording Industry Association of America) mengajukan tuntutan sama Audiogalaxy!
Brengsek, brengsek, brengsek. Kemana lagi nanti nyari MP3 yang gampang dan banyak?
In My Life
There are places I remember,
All my life, though some has change
Some forever not for better,
Some have gone and some remains
All this places have their moments,
With lovers and friends I still can recall
Some are dead and some are living,
In my life, I love them all
But above this friends and lovers,
There is no one compares with you
And this memories loose their meaning,
When I think of love as something new
Though I know I'll never loose affection,
For people and things that went before
I know I'll often stop and think about them,
In my life, I love you more
Though I know I'll never loose affection,
For people and things that went before
I know I'll often stop and think about them,
In my life, I love you more
In my life, I love you more
- by The Beatles -
Wah!
Wah, rupiahnya menguat ya.
Hari ini gue liat di Yahoo! USD 1 = Rp 8830, 1 Bath = Rp 207. 2770
Berarti di Indo pasarannya kalo beli Rp 8900 - 9000 kali ya 1 USD.. lumayan juga. Bakal stabil di Rp 7500? Kalo bisa keren juga.
Well, keburu ngeblog tentang uang, jadi sekalian gue mau banding-bandingin di Thailand sama di Indo.
Yah begitulah sedikit ngebanding-bandingin harga-harga di sini di pagi hari saat gue bangun pagi banget ini. :)
Attack of the clone
Udah pada nonton Star Wars: Episode II?
Malem minggu kemaren gue nonton, di namanya Major Cineplex Rang Sit, sebuah bioskop yang ga ada dua gedenya. Yang bikin entah jatuh cinta ama bioskop, waktu kecilnya ga pernah boleh nonton ke bioskop ama ibu bapaknya atau gimana.. gue juga ga ngerti. Yang pasti bioskop itu mewah banget dan spacious. Bayarnya 100 Bath = Rp 21.300, kurs terakhir gue cek. Kalo di tempat lain bioskop itu tempelan dari sebuah mall, Major ini satu gedung intinya ya bioskop itu, lain2xnya pelengkap, bowling hall, toko buku, tempat2x makan. Pokoknya gue masih terkagum-kagum lah ama bioskop yang satu ini.
Anyway tentang Star Wars: Episode II, di episode yang satu ini Anakin-nya udah gede, yah ABG lah gitu. Udah keliatan juga bakat-bakat jahatnya.. hehe.. kan yang di Episode III udah pasti harus berpindah ke Dark Side bukan? Jadi tanda-tanda-nya udah ada dari Episode II. Terus di Episode II ini juga bakal liat Jedi Knight rame-rame perang. Belum pernah kan rasanya Jedi rame-rame dalam suatu perang? Biasanya kan dikit-dikit aja, satu-satu berantemnya. Master Yoda juga berantem, hehe.. dan lincah!
Efek dan lain-lainnya ga ada dua lah. George Lucas kan yang ngediriin Pixar. Ceritanya yang rasanya rada-rada klasik. Katanya sihh.. ini katanya George Lucas ngambil sumber-sumber ceritanya dari cerita-cerita peradaban awal manusia, yang gue pikir ada benernya juga tapi karena itu jadinya lumayan ngebosenin? Maksud gue ga ada surprise-nya.
Demokrasi --> Terus saking demokrasinya susah banget buat keputusan atau pemerintahannya ga stabil --> Butuh pemerintahan yang kuat --> Kasih kepercayaan sama satu orang dengan kekuasaan yang gede banget --> Pemerintahan stabil dan kuat tapi jadi Kediktatoran --> Orang-orang ga suka, karena ga bebas --> Ngejatuhin pemerintahan yang kuat tadi terus pengen Demokrasi lagi.
Klasik kan? Kekaisaran Caesar di Roma awalnya gitu, Hitler juga kurang lebih sama. Indonesia? Pemerintahan Liberal --> Demokrasi Terpimpin (Diktator) --> Demokrasi dikit (Awal Soeharto) --> Diktator 32 tahun --> Reformasi. Sekarang orang udah pengen pemerintahan yang kuat dan stabil lagi. Kurang lebih sama lah.
Muter kan? Saga-nya si Star Wars ini juga ngebuat gue ngerasa gitu. Bahkan menurut artikel di Weekly Standard ini. Yang bener malah si Darth Vader dan pemerintahannya karena ngebuat stabilitas di Alam Semesta.. hehe..
Tapi yah.. namanya juga film. Tonton aja.
ANATOMI SEBUAH KEGARINGAN
Pada suatu malam, Anda sedang berkumpul dengan teman-teman Anda dan Anda mulai menceritakan sesuatu, lalu setelah Anda bercerita teman Anda mengatakan "Garing lo!"
Apa maksud teman Anda itu? Apakah cerita Anda lucu? Tidak lucu? Biasa-biasa saja? Atau sekedar garing? Apakah sebenernya "garing" yang dimaksud oleh teman Anda itu?
Bagi mereka yang berasal dari Bandung atau daerah yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa keduanya, "garing" sebenernya adalah istilah yang tidak asing. Begitu pula mereka yang pernah tinggal beberapa lama atau melanjutkan pendidikannya di Bandung, "garing" adalah makanan mereka sehari-hari, mereka tenggelam dalam "kegaringan".
Sebagian mereka yang tinggal di Jakarta dan daerah Jabotabek juga mengenal kata "garing" ini, tapi banyak juga dari mereka ini yang sebenernya sama sekali tidak tahu asal muasal dari istilah "garing" tersebut. Mereka hanya menyerapnya sebagai gambaran dari sebuah konsep yang tidak begitu jelas, tapi mereka bisa menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Sebaliknya untuk sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya, bahkan mereka yang juga tinggal di Pulau Jawa, "garing" adalah sebuah konsep yang aneh dan membingungkan. Apa "garing" berarti lucu? Atau tidak lucu? Jelek? Bagus? Apa sebenernya "garing" itu? Mari kita bahas.
Dari asal katanya "garing" berasal dari Bahasa Sunda yang berarti "kering". Iyaaa, memang dari Bahasa Sunda. Yakin dan pasti! Ini perlu ditekankan, karena ada banyak orang yang tidak berbahasa Sunda yang merasa, "Ah, masa sih dari Bahasa Sunda?" Karena itu sekali lagi perlu ditekankan bahwa "garing" memang berasal dari Bahasa Sunda.
Beberapa orang pakar kegaringan mengarang padanan kata garing dalam Bahasa Inggris dalam konsep, "Your joke is dry, man!" Ini tentu saja sebuah kegaringan. Jadi jangan sekali-sekali dicoba dengan teman bule Anda karena dia tidak akan mengerti.
Tinjauan konsep "garing"
Lalu apa sebenarnya arti "garing" itu?
Jika teman Anda berkata, "garing lo!" maka ada beberapa kemungkinan maksud yang dia ingin sampaikan, yang bebas untuk Anda intepretasikan sendiri. Jika teman Anda berkata sambil senyum dan tertawa tertahan atau menyembunyikan tawanya maka maksud "garing" tersebut adalah, yang Anda katakan lucu tapi dia tidak mau mengakuinya, karena dia kemudian akan merasa inferior tidak bisa "garing" seperti Anda.
Tentu saja jika dia tertawa terbahak-bahak terlebih dahulu dan kemudian mengatakan "garing!", maka itu adalah pengakuan bahwa yang Anda ceritakan lucu sehingga yang dimaksud dengan "garing" yang dia sebutkan berarti bahwa Anda lucu dan memiliki bakat untuk bergabung dengan Srimulat.
Tapi jika dia berkata sekedar "garing!" dalam ucapan yang pendek, maka Anda tidak lucu alias "garing".
Mungkin juga teman Anda akan berkata "ah gariiingg.." dalam ucapan setengah hati, artinya Anda tidak lucu dan teman Anda ragu-ragu mengucapkannya karena dia takut melukai hati Anda atau dia kasihan pada Anda karena Anda sudah berusaha melucu dan tidak lucu alias "garing." Ini sering kali dilakukan oleh para wanita ketika Anda seorang pria dan berusaha setengah mati melucu di depan dia. Hindari melakukan ini karena Anda biasanya akan jadi "garing banget." (Banget bisa berarti tembakau dalam Bahasa Sunda yang juga berarti atau "sangat" atau "very" sehingga "garing banget" juga berarti "tembakau kering")
Kemungkinan lain adalah teman Anda berkata "hmmm.. garing." Ini berarti dia sekedar menghargai usaha Anda untuk melucu. Jangan kuatir dengan teman semacam ini karena teman Anda ini adalah teman berharga dimana Anda bisa menggaring sepuas hati Anda tanpa perlu takut tidak dihargai atau tidak diwaro (waro adalah konsep lain yang berbeda yang akan dijelaskan kapan-kapan). Maka umbar sepuasnya kegaringan Anda pada jenis teman yang mengatakan "hmmm.. garing." Dia adalah jenis teman sejati, yang biasanya pendiam.
Pengucapan lain yang umum digunakan bersama "garing" adalah ketika "garing" di satukan dengan kata benda. Misalnya dengan kata "anjing". Ini biasanya umum dilakukan di daerah asal garing itu tercipta yaitu di Bandung dan sekitarnya. Jika teman Anda berkata, "garing anjing!" maka ini artinya berhentilah menggaring secepatnya, untuk saat itu, terutama di hadapan teman Anda tersebut.
Bukan berarti Anda tidak lucu, Anda mungkin saja lucu tapi pada saat yang bersamaan ada kondisi yang tidak enak yang menyertai teman Anda itu. Mungkin saja dia sedang sakit gigi, baru saja putus dengan pacarnya, dimarahi orang tua, tidak lulus ujian atau kehilangan dompet dan lain lain, atau bisa saja dia memang mungkin alergi pada kegaringan Anda. Tapi jangan kuatir, tidak mudah putus asa adalah ciri-ciri dari mereka yang suka ngegaring, karena itu pada kesempatan berikutnya, menggaringlah lagi dengan intensitas yang lebih garing.
Jika suatu acara TV tidak seperti yang diharapkan. Efek studionya kampungan atau ceritanya tidak logis atau akting para pemainnya payah, maka acara TV ini masuk dalam katagori "garing". Dalam hal ini "garing" berarti jelek atau tidak disukai. Sinetron Indonesia biasanya "garing". Film-film bioskop kadang-kadang juga garing yang berarti "Sial nyesel gue nonton film ini!"
Jika suatu team sepak bola bermain malas-malasan dan tidak bersemangat maka permainan sepak bola itu juga disebut "garing" yang berarti tidak seperti yang seharusnya. Jika sebuah restoran menyajikan makanan yang tidak enak maka restoran itu juga "garing" dalam arti makanannya tidak enak. Sebuah buku dapat juga disebut "garing" ketika buku tersebut terlalu mahal sehingga tidak dapat dibeli atau isinya ternyata hilang beberapa halaman. Tindakan pemerintah yang melakukan kontradiktif misalnya berjanji menghilangkan korupsi tapi para prakteknya malah melakukan korupsi juga masuk dalam katagoring "garing". Jika cinta Anda ditolak oleh seorang wanita maka Anda akan mengatakan "garing!" saat teman Anda bertanya tentang wanita tersebut.
Jika obrolan Anda tidak nyambung, misalnya teman-teman Anda sedang mengobrolkan Desy Ratnasari sudah melahirkan anaknya atau belum dan tiba-tiba Anda berkata, "Primus kan ganteng", Anda dapat dicap "garing" saat itu juga yang dalam hal ini berarti tidak nyambung, atau lelet atau lemot (lemah otak).
Jadi Anda lihat hampir semua aspek kehidupan dapat dikatakan "garing". Bahkan dalam waktu dekat ini akan dibangun sebuah alat ukur "garingmeter" berupa alat elektronik portabel mirip dengan palm computer yang dapat mengukur kegaringan suatu tindakan atau suatu benda. Tentu saja sebelum benda tersebut dapat ditemukan di pasaran bebas perlu sebelumnya dibuat sebuah standar garing (SG) yang diterima oleh semua pihak. Penetapan standar garing ini saat ini sedang digodog oleh Majelis Garing Indonesia (MGI) yang sulit mengeluarkan putusan akhir, karena keputusan-keputusannya garing-garing.
Seperti yang telah dicontohkan diatas "garing" ternyata adalah sebuah konsep yang tidak sederhana karena memiliki banyak makna tapi juga tidak rumit-rumit amat (si amat aja nggak rumit, ini gariingg). Tapi cobalah amati penggunaan kata "garing" itu dalam kehidupan Anda sehari-hari dan gunakan sesering mungkin. Jika Anda berada di daerah yang tidak umum menggunakan kata "garing" maka dengan memperkenalkan "garing" Anda dapat menjadi trendsetter daerah tersebut dan bisa terkenal sebagai seorang yang berkata "garing" untuk pertama kalinya. Dan agar pengucapan Anda sempurna tentu bagus untuk sering-sering berkata garing setiap pagi, siang, dan malam. Dalam waktu yang tidak lama maka teman-teman Anda akan menemukan kenikmatan tersendiri untuk berkata "garing" setiap kali Anda ngegaring.
Pengggunaan "garing" dalam kalimat
Dilihat dari struktur penggunaan kata "garing' maka ada banyak penggunaan garing dalam sebuah kalimat. "Garing" itu sendiri adalah kata sifat, yaitu sesuatu atau seseorang yang bersifat garing. Sedang "galing" berarti keriting misalnya seperti dalam contoh kata "domba galing" maka itu berarti domba yang keriting atau seorang anak yang saking keritingnya hingga dia jadi mirip domba dan sering kali dipanggil "domba galing" juga. Jika anak itu parahnya ternyata "garing" maka dia berarti adalah "domba galing garing".
Jika seseorang "menggaring" maka seseorang tersebut sedang melakukan atau telah melakukan kegaringan, tapi "menggaring" juga berarti "menggiring orang-orang agar menjadi garing." Sehingga "menggaring" adalah sebuah kata kerja yang berbahaya dan memiliki agenda tersembunyi.
"Kegaringan" adalah kata benda yang menunjukan sebuah bentuk garing yang juga berarti "terlalu garing". Tapi tentu saja sebelum garingmeter benar-benar tercipta agak sulit menentukan mana yang kegaringan, yang cukup garing dan yang garingnya biasa-biasa saja.
Kata "garing" tidak dapat digunakan dalam kalimat negatif dan jarang sekali diucapkan. Anda akan kesulitan menemukan seseorang yang berkata pada Anda, "nggak garing lo!" Karena apa yang dapat dikatakan adalah antara "garing" atau tidak sama sekali!
Bentuk lain adalah "garing-garing", "garing-garing" adalah benda yang menempel di moncong sebuah pesawat kecil. Oh, itu sih baling-baling ya (gariiinggg).
"Bergaring" berarti sedang menikmati kegaringan. Biasanya ditemukan dalam bentuk "Bergaring Ria" yang mana berarti Anda dan teman-teman Anda sedang saling tukar menukar kegaringan dan lambat laun tenggelam dalam kegaringan yang melanda. Bergaring tentu saja juga berarti yang biasa dilakukan turis-turis di pantai.
Faktor pendukung "kegaringan" tentu saja adalah "penggaring". Penggaring adalah faktor penyebab sebuah kegaringan terjadi. Dalam hal sebuah percakapan biasanya karena ada seseorang yang garing yang ikut dalam percakapan tersebut. Sedang dalam kasus seseorang yang garing, "penggaring" adalah sebab musabab kenapa seseorang jadi garing yang biasanya melibatkan benturan keras berkali-kali di kepala saat orang itu masih kecil atau keterkungkungan rohani yang melanda.
Last but not least adalah "tergaring", "tergaring" dapat digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang "paling garing". Jika Anda sering kali dikatakan "garing", bahkan beberapa teman Anda mengatakan bahwa Anda adalah "raja garing", dan Anda juga tidak habis-habisnya dan tidak capai-capainya menggaringi teman-teman Anda, maka Anda adalah orang "tergaring" di kantor Anda, di kelas Anda atau di lingkungan Anda. Tentu saja "tergaring" juga berarti "tidak sengaja kegaring", seperti dalam penggunaan kata terinjak, terjatuh, terbawa. Dalam kasus ini berarti Anda terkena "kegaringan" seseorang tanpa Anda menyadarinya dan tanpa disengaja oleh orang tersebut. Cucian deh loe kalo ini terjadi.
Orang-orang yang "garing"
Mari kita mengenal ciri-ciri orang yang "garing". Seseorang biasanya dikatakan "garing" hanya dalam kurun waktu tertentu. Biasanya dalam hitungan jam, misalnya Anda baru saja dikatakan "garing" oleh teman Anda maka Anda akan teringat-ingat sebagai seseorang yang garing untuk beberapa jam ke depan. Tentu saja jika Anda "menggaring" lagi pada beberapa jam kemudian dan Anda lakukan terus menerus Anda bisa kemudian menjadi orang yang garing dalam hitungan hari hingga bulan. Dalam hal ini "garing" tidaklah bersifat permanen.
Dalam beberapa kasus khusus yang lain "garing" bisa jadi sudah mendarah daging dalam tubuh mereka, walau belum ada bukti medis bahwa "garing" bersifat genetis. "Merah darahku, putih tulangku." Dalam kata-kata Leo Kristi, atau "Dipanggang di atas apimu, digarami lautmu." Seperti yang ditulis Chairil Anwar. Atau dalam peribahasa barat, "garing is only skin deep". Yang semua artinya bahwa beberapa orang ini sangat "garing" dalam arti yang mereka lakukan dan yang mereka katakan sehari-hari sangatlah jarang luput dari kegaringan.
Bahkan cara bepikir mereka pun sering kali "garing". Misalnya jika Anda sedang mengalami kesulitan memberhentikan bis, maka seseorang yang "garing sejati" akan mengusulkan agar Anda berlari-lari di pinggir jalan untuk mencoba melihat apakah bis yang tidak mau berhenti itu akan mencoba memberhentikan Anda atau tidak. Hal-hal semacam itu lah.
Jika Anda bertemu atau kenal dengan seseorang seperti ini maka hati-hati karena dalam hidupnya dia memiliki misi untuk menyebarkan faham "garingisme" yang disinyalir akan merubah wajah muka bumi ini. Kalau dia sudah mulai menawar-nawarkan MLMGS (Multi Level Marketing Garing Sekali) atau memperlihatkan AD/ART Partai Garing Indonesia (PGI), maka lebih berhati-hati lagi, berarti dia sudah mengincar Anda. Tapi tenang gampang mengenali jenis mereka yang "garing akut" ini, biasanya mereka suka mengutip puisi Chairil Anwar yang terkenal, "Aku ingin garing seribu tahun lagi".
Jenis orang "garing" lain adalah "garing wanna be". Mereka yang termasuk "garing wanna be" ini adalah jenis orang yang paling kasihan dalam dunia kegaringan. Mereka berusaha sekuat tenaga agar mereka bisa "garing" tapi tidak pernah berhasil dan mereka akhirnya hanya jadi "garing". Pokoknya orang-orang ini "garing" banget deh.
Penutup
Sebagai penutup maka perlu direnungkan sekali lagi tentang "konsep garing" yang telah dijelaskan diatas. Ada masih banyak elemen kegaringan yang belum dieksplor dan karena bisa Anda temukan sendiri. Bahkan sangatlah berguna bagi jiwa Anda jika Anda menyelami pribadi Anda sendiri dan menemukan kegaringan yang belum dikenal oleh orang lain dan kemudian memperkenalkannya pada dunia garing di luar sana.
Menjadi "garing" yang baik tentu saja tidaklah mudah, tapi juga bukannya tidak mungkin untuk dilakukan. Berlatihlah lebih giat, seperti yang dikatakan peribahasa barat "practice make perfect" yang berarti "garinglah setiap saat". Apa yang Anda garingi saat ini akan berpengaruh besar di masa garing yang akan datang.
Akhir kata, TiTi DJ, Dedy Dores, dan Fariz RM. Hati-hati di jalan, diiringi doa restu dan Penyanyi.
Enda.
enda_001@yahoo.com
terpaksa
gue terpaksa nih nge-blog yang satu ini
haa.. terpaksa banget.. karena gue suka dua2xnya.. pas masih di kantor tiap gue buka browser, homenya pasti diarahin ke comic strip dilbert terbaru hari itu dan tentu aja google adalah search engine ga ada duanya di internet!
hehe.. terpaksa.. terpaksa...
Seperti
Seperti biasa karena gue online berarti gue lagi di library-nya AIT.
Librarynya lumayan bagus lah, ber-AC, :).. ada online databasenya.. kalo mau dibandingin sih lebih gede perpus ITB, tapi disini lebih terurus dan buku2xnya lebih bagus2x.
Contohnya: Ada satu bagian yg isinya buku2x Advertising.. hehe.. Subjek ini masih membuat gue tertarik ternyata. Cukup lucu aja gitu lho ngeliat Advertising di treat sebagai sebuah subjek serius. Karena rasanya sih kenapa buku2x itu ada karena merupakan bagian dari buku2x Marketing Management-nya, karena di sini ada School of Management-nya juga.
Buku2x Advertisingnya ga gitu banyak dan ga gitu baru2x juga, tapi lumayanlah ada yg bisa gue baca2x. Seperti yang satu lagi gue baca sekarang ini, Judulnya "Advertising Management" terbitan 1992 Prentice Hall, tau kan Prentice Hall yg sampul2x bukunya sama semua, warna biru atau merah, yg lambangnya orang lagi lari. Kayak buku2x Acccounting lah.. serius banget.. hehe..
Dan jangan kuatir, Advertising ada itungan dan grafiknya juga. Sebuah subjek tentu aja belum jadi serius kalo belum ada itungan dan grafik2x cantiknya. :)
Ini ada yg lucu yg gue kutip dari buku diatas. Ini lagi ngebahas proses kreatif, buku ini ngutip dari buku tulisannya John M. Keil, The Creative Mystique: How to Manage it, Nurture it, and Make It Pay terbitan John Wiley 1985. Menurut Keil ada enam mitos dari orang-orang kreatif yaitu:
- Creative people are sophisticated and worldly. They are cultured, well read, and snobbish.
- Creative people are more intelligent than others.
- Creative people are disorganized.
- Creative people are witty and seldom boring.
- Creative people are more involved with liquor and drugs than others are.
- Drgs and alcohol stimulate creative thinking.
Enda Nasution
Mailbox 45, SV7B Asian Institute of Technology
PO Box 4 Khlong Luang, Pathumthani 12120
66-02-524-7848
my new address for the next three to four years here.
hmm.. gue lagi berpikir2x apa gue tulis blog gue dalam bhs inggris aja gitu? (emang gampaaangg.. hehehe) masalahnya terakhir sih gue berniat akan selalu gue tulis dalam bhs indonesia, karena ini adalah blog indo. tapi sekarang gue ga yakin. yeah gimana nanti lah.. entar gue pikir2x lagi. yg pasti sih gue rasa perlu konsisten kalo indo ya indo kalo inggris ya inggris.
anyway, guestbook gue udah bener lagi.. tapi kok ga ada yg ngisi lagi ya? hehe.. yo wes lah.
anyway lagi.. mau baca apa yg terjadi sama mantan CEO Astaga! yang dilaporin ke polisi? baca website ini.. disediakan selagi hangat oleh failco. :)
kabar-kabari gue
hmm apa ya.. masih gini2x aja. blum dapet kerjaan baru, masih nyari2x.
ada beberapa hal yg harusnya mulai gue kerjain, kayak buat2x beberapa alternatif resume, ngirim2x lamaran, nyari2x kerjaan lebih giat, nulis2x tulisan yg ga selesai2x atau ngemulai tulisan yg udah lama gue rencanain tapi ga gue mulai aja. belajar bahasa thai. wah.. a million things to do. dan seperti biasa gue mood ngemulainya blum dateng :) (dasarrr pemalassss!!)
tadi pagi olahraga bareng, permitha - AIT, perhimpunan mahasiswa thailand - AIT sama bapak2x dan ibu2x KBRI. asik juga, maen basket lagi, udah lama ga maen basket. banyak makanan dan buah2xan. disini emang buah2xannya enak banget, rambutan, jambu, manggissnya kayak emang didesain supaya enak dimakan :) manis dan bagian daging buahnya gede2x hehe..
baru disini gue nyadarin kalo gue ternyata biasa2x aja ama durian, pas dihadapkan sama kemungkinan buat makan durian yang banyak banget, ternyata gue ga makan banyak banget :). padahal enak.
btw. kalo mau mobil dinas berupa mercy new eyes kamu2x perlu kerja di kedubes RI deh, hehe.. sekedar tips, di indo kapan2x kali mobil dinas birokrat mercy new eyes.
hmmm.. guestbook gue lagi rusak, ga tau kenapa, abis modal kali yg ngasih fasilitas gratisannya, yah namanya juga gratisan. kesel, tapi ya sutralah mau digimanain lagi, entar kalo sempet gue benerin. trus mungkin ga akan banyak link2x baru dari gue, abis sekarang kesempatan browsingnya ga terlalu banyak :)
okeh.. sawatdii krap buat semua.
13-14 Mei dan hari yang berjalan
udah rada telat buat ngblog tentang 13-14 Mei, tapi cuek ah. :) itu yang mau gue omongin sekarang.
kalo orang amerika punya 9-11 dan tiap orang ngerti tanggal itu tanpa nyebutin taunnya, rasanya kita punya 13-14 Mei yang kita hapal banget kapan taunnya. Yupe, 4 tahun yang lalu tahun 1998, ga kerasa, ga kebayang tapi itu bener udah 4 tahun berlalu sejak hari itu.
gue masih mahasiswa di bandung saat itu, the good old days, hari2x itu diantara ujian dan kuliah yg sengaja dilewatin masih keinget di kepala gue kalo hampir tiap hari ada apel siaga di depan kampus di jalan ganesha. dengerin orasi2x temen, ngebuat barisan kalo kita ngerencanain buat jalan dan dorong2xan ama tentara2x, sambil kadang2x agak ngeharepin ada bentrokan.
sorenya, apel siaga udah selesai, kita bertukar "kisah kepahlawanan" :) dan nonton diri kita sendiri di cakrawala di anteve. atau di liputan 6 di SCTV :)
like i said the good old days :)
malem tanggal 12 itu tentu aja lain ceritanya. temen2x mahasiswa ditembakin, saat liat berita itu yg gue rasa adalah marah banget. besoknya tgl 13, ada kumpulan orang terbanyak yg pernah gue liat ngumpul dan ngebuat barisan, 10.000 ribu orang lebih berkumpul, jalan sama2x dan ngungkapin kesedihan kita. rupanya lain ceritanya di jakarta...
sampai saat ini masih ucapan bela sungkawa yg baru bisa gue ucapin buat temen2x mahasiswa dan sekian banyak orang yg keilangan sanak saudaranya di rangkaian hari2x itu. itu ga seharusnya terjadi.
ngeblog lagi
waks.. baru gue tau kalo blog adalah sebuah janji.
dulu waktu gue "muda", gue pernah buat puisi yg judulnya "rindu adalah janji", sekarang ilang naskahnya :)
tapi sekarang gue baru tau kalo bukan rindu yg adalah janji, tapi blog adalah janji.
janji buat ngeupdatenya, janji buat nulisinnya, janji buat terus ngeblog. hal yang mana rada2x lebih banyak tantangannya buat gue sekarang, karena akses internet gue yg ga "sebebas" dulu lagi.
GUE DI BANGKOK SEKARANG - I'M IN BANGKOK RIGHT NOW
yeah.. cerita hidup gue beberapa akhir ini bisa disummary kan dalam kata2x diatas tadi.
hari jumat minggu lalu tanggal 10 adalah tanggal yg dipilih buat keberangkatan gue. tapi berangkat pesawatnya ga kira2x jam 06.35 pagi, dasar gue semangat aja kali ya rada ga pikir panjang juga, gue iyain aja.. hehe.. alhasil gue berangkat jam 00.30 dari bandung langsung ke cengkareng.
setelah kena overweight USD 55 (anjritt banget!), akhirnya gue rada selamat berangkat dari jakarta, indonesia tanah tercinta, tanahku yang makmur yang kucinta sepanjang masa.
setelah stop over bentar di changi, sing, trus lanjut ke bangkok. jam 11.30an akhirnya gue lolos dari imigrasi, nemuin koper gue dan ketemu ama yang pengen ditemuin selama ini. :) sang istri tercinta udah nungguin. ah senangnya :)
trus kita langsung ke kampusnya di Asian Institute of Technology. Nita, istri gue udah menempati satu flat di student vilagenya disana, tempat dimana untuk 3 tahun kedepan ini gue dan nita bakal tinggal. Nice place, gue suka, satu ruang depan, 2 kamar tidur, kamar mandi dan dapur, dan ada yg ngebersihin sama ganti sprei + handuk seminggu sekali.. hehe..
Sejak jumat itu ampe sekarang gue udah ikut welcoming party-nya mahasiswa Indonesia di kampus, nonton, yupe bener nonton bioskop yang keren banget bioskopnya. Niat banget pokoknya buat bioskop itu, Major Cineplex namanya, kita nonton Spiderman (not a very great movie I might say), jalan2x ke bangkok, nyobain Sky Train, nyobain naek bis.. hehe.. dan menghapal beberapa huruf thailand.
Masih banyak yg perlu gue kerjain disini. Terutama gue perlu mendapatkan kerja. :) Tell me about it. Mudah2xan deh.
hari
hari2x baru lagi.. hari ini gue baca diary lama gue, tahun '96.
waktu itu gue tulis, gimana ya rasanya kalo pas gue bangun dari tidur di pagi hari gue ga menemukan hari baru lagi?
waktu berenti aja saat itu, ga ada keharusan baru ga ada kewajiban baru dan ga ada sisa2x masalah hari2x sebelumnya?
time stand still.
dan saat itu gue tulis lagi kalo ternyata biasanya gue kecewa karena gue bakal bangun di sebuah hari yang baru.
mannnnn.. gue pasti lagi bete berat saat itu, kenapa ya? hehe..
gue di bandung skrg, sampe tgl 10 mei, hari jumat depan.. dan tgl 10 mei itu gue bakal terbang kayak burung dan melakukan hal2x yg bakal mencengangkan orang2x purba, gue bakal naek burung besi dan ngebuat jarak dan waktu kayak ga berarti. :) menemui sang istri yang tengah menunggu. menemui sekian banyak pertanyaan baru yang belum kejawab, menceburkan diri dalam masalah-masalah baru. i can't wait :)
dalam rangka memperingati hari buruh 1 Mei ini.. liat deh ke website bakar batas ini, ternyata dibuat sama temen gue Jali, isinya.. lo harus baca sendiri :) isinya nyentil sebuah bagian syaraf di tulang belakang gue, rasanya hingga seolah-olah meniupkan kerinduan. website ini udah ga di update setahun, pas 1 mei tahun lalu, kalo ga salah.
well.. dari hari buruh ke hari buruh yg lain.












